التمسك التوحيد,تصويب العقيدة,الستصل الشرك و بدعة

Tegak Tauhid, Lurus Aqidah, Berantas Syirik dan Bid'ah

Khawarij Berulah Kembali tanpa Ilmu

pada Desember 7, 2009

Membuka kembali artikel ciri-ciri dan hujjah khawarij gaya baru, untuk mengingatkan kepada salafiyun, dan juga asatidz yang bermanhaj salaf, semoga Allah menjaga kita dari fitnah Khawarij.

Turut prihatin atas terpukulnya sebagian ikhwan yang datang di acara bedah buku “Jihad Melawan Teror – Membongkar Akar Terorisme dan Radikalisme” di Masjid Amar Ma’ruf Bulak Kapal – Bekasi (ahad, 19 Zulhijah 1430H), oleh sekelompok orang yang dangkal ilmunya, tidak punya adab khususnya adab menuntut ilmu dan bermajelis. (pastinya mereka datang tidak berniat untuk mengaji, karena banyak ikhwan melihat mereka membawa senjata -dari info ada yang membawa senjata dari kayu siwak yang diruncingkan di salah satu sisinya dan tumpul di sisi lainnya)

Tidak dipungkiri dari ribuan jama’ah yang datang, ada yang pro dan kontra terhadap judul bedah buku ini. Baru saja Ustadz  Zainal Abidin akan mengomentari perkataan Abu Bakar Ba’asyir di Televisi, langsung saja sekelompok jama’ah berteriak-teriak di dalam masjid, ada yang menunjuk-nunjuk kafir kepada Ustadz sambil meneriakan takbir, lalu selanjutnya Ustadz diamankan panitia dan sebagian ikhwan banyak yg terkena pukul oleh mereka (yang berusaha bertahan dan tidak terprovokasi).

Semoga kekejian ini tidak terulang lagi.

Sumber: http://ibnuramadan.wordpress.com/2009/12/06/badah-buku-jihad-melawan-teror-6-des-2009 dengan sedikit editan oleh penulis.


Catatan:

  1. Terlihatnya taqlid buta dari jamaah yang pemimpinnya disebutkan dalam kajian BEDAH BUKU “JIHAD MELAWAN TEROR” ahad, 19 Zulhijah 1430H kemaren
  2. Terlihat dangkalnya ilmu mereka, tidak adanya adab dalam menuntut ilmu dan bermajelis, dan lebih lagi mengacau di rumah Allah dengan membantah pemberi materi kajian dalam hal ini ustadz Zainal Abidin Lc tanpa ada dalil, melainkan hawa nafsu belaka
  3. Informasi dari seorang ikhwan, bahwa ada dari pelaku keributan yang juga ngaji ke ustadz-ustadz yang bermanhaj salaf, dari sini penulis ingat dari seorang ikhwan bahwa ada asatidz yang bermanhaj salaf mengadakan kajian di masjid yang mana masjid tersebut dipakai juga untuk kajian Abu Bakar Ba’asyir.
  4. Dari point 3, maka sebaiknya para asatidz yang bermanhaj salaf untuk lebih selektif dalam mengadakan kajian, jangan sampai mengadakan kajian yang masjidnya sama dengan para hizbiyun, karena bisa menjadikan kebingungan para jamaah dalam memahami Islam, dan hal serupa.

28 responses to “Khawarij Berulah Kembali tanpa Ilmu

  1. abusaid mengatakan:

    akh.

    Cobalah introspeksi diri sendiri dahulu, knapa mereka seperti itu. tiada asap kalo tidak ada api..
    Mungkin ini pelajaran tuk ust.Zaenal agar hati-hati kalo bicara.

    Kok bisa pelaku keributan ngaji juga di ust.yg bermanhaj “salaf” versi antum ?? Tanya kenapa??

    Pastinya itu bukti bahwa yg haq tetaplah haq, dan yg batil adalah batil, selama itu haq maka wajib kita ambil. Yg batil kita tinggalkan…Maka terbuktilah bahwa mereka tidak memilih-milih ustadz, tidak seperti manhaj kalian yg mengaji cuma dari ustadznya saja.

    Antum pelajari lagi apa itu khawarij baru ngomong.

    • yahya mengatakan:

      bismillah.
      kepada saudara abusaid -rohimakAlloh-.
      benar tidak ada asap klo tidak ada api.
      tidak akan ada kajian tentang khawarij/teroris klo mereka khawarij/teroris tidak ad.
      kami para ahlu sunnah/salafi hanya mengaji pada ustadz yang memang dikenal aqidah dan manhaj salaf, untuk apa kami menimba ilmu kepada selain mereka ?
      kami bertanya kepada anda, jika anda mengaji apakah anda akan menimba ilmu pada semua ustadz sekalipun yg menyimpang ? tentu tidak, anda akan menimba ilmu pada ustadz/kyai yg benar aqidahnya,manhajnya,akhlaknya bukan ?
      kami juga bertanya kepada anda, apakah anda mau untuk duduk menimba ilmu dari ustadz2 yg dikenal aqidah & manhajnya ahlu sunnah/salafi ? agar anda tahu bagaimana sebenarnya ahlu sunnah/salafi itu.
      semoga Alloh Azza wa Jalla memberikan taufiq dan hidayah kepada kita semua.

  2. abumuhammad mengatakan:

    Jihad Melawan Teror – Hasil usaha pencernaan dan perenungan dari sebuah tulisan.
    Abu Muhammad – Hamba Allah – Karyawan Swasta

    Jakarta, Jumat 6 November 2009.

    Segala puja dan puji hanya semata kepada Allah Ta’aalaa, shalawat dan salam sampaikan kepada Rasulullah, para sahabt, keluarga, dan pengikutnya hingga akhir jaman.

    Telah sampai sebuah buku berjudul “Jihad Melawan Teror – membongkar akar terorisme & radikalisme” karya Ust Zaenal Abidin Bin Syamsudin.

    ‘Anda harus mencerna buku ini’.
    Begitu kalimat akhir dari buku ini yang terdapat pada halaman belakang.
    Penulis memberikan ajakan yang sangat bermanfaat untuk lebih memberikan perhatian serta alokasi waktu dalam mengupas buku ini.

    Kiranya setiap ajakan yang bermuatan kebaikan al haq seharusnya disambut dengan senang hati, dan berikut adalah hasil usaha pencernaan terhadap tulisan pada buku tersebut.

    Pengantar dan permasalahan:
    Sebagian isi dari tulisan ini pernah dimuat pada harian Republika tgl 25/8/2009 pada kolom Opini, dengan judul ‘Terorisme dan Wahabisme’.

    Jika orang awam membaca secara keseluruhan tulisan dari awal hingga akhir, tentu saja tidak akan menemukan keganjilan. Namun bila kita berusaha untuk mencerna (seperti ajakan penulis) dan ditimbang dgn Kitabullah dan Sabda Nabi saw, maka tentu keganjilan keganjilan tersebut akan nampak nyata.

    Pencernaan dan perenungan ini tentu saja tidak mudah, dengan berharap pertolongan Allah Ta’aalaa atas segala perlindungannya agar diselamatkan dari bersikap ifrath (berlebih) dan tafrith (meremehkan) yang dikeduanya ada syaithan, maka diperlukan usaha keras untuk selalu berada di tengah, yaitu dengan Ilmu yang haq secara syar’i dan secara waqiy (realita).*1)

    Tulisan pada buku ini merupakan ekor yang kepalanya atau berawal dari sebuah pola pikir/mindset bahwa kelompok salafy (kelompok penulis) menyampaikan setiap permasalahan tentang pemerintah/penguasa (yg menghalalkan ibadah selain Allah dan menajdi arbab*2) merupakan masalah besar yang diperlukan fatwa-fatwa dari para syeikhnya. Sehingga tidak dibenarkan dalam kelompok ini memberikan vonis tanpa adanya sebuah muktamar yang bertujuan menghasilkan fatwa yang dihadiri oleh para syeiknya.

    Maka apabila muslim lain berani saja menjatuhkan vonis tentang sifat dan karakter penguasa mendahului para syeikhnya maka vonis pembangkang, khawarij, teroris, dll.

    Berangkat dari pola pikir demikian, maka setiap bahasan seputar ini maka kita akan dapati mempunyai warna sejenis, tulisan pada buku ini salah satunya.

    Penting bagi kita mengutip dan mengambil manfaat dari setiap tulisan yg dihadirkan dari siapapun, yang tentu saja setelah diusahakan untuk ditimbang dgn Kitabullah dan Sabda Nabi saw. Insya Allah, kita berharap Allah memberikan pertolongan serta kemudahan untuk merealisasikan usaha ini.

    Tinjauan kritis :
    Ketika suatu ketentuan dari Kitabullah serta sabda Nabi saw telah nyata dan jelas, maka wajib bagi setiap yang mengaku muslim untuk taat dan tunduk serta patuh pada ketentuan tersebut. Tidak ada yang seorangpun dari jagad dunia ini berhak untuk menghalangi.

    Sebagai analogi sederhana, ketika suatu daging olahan yang berbentuk baso atau perkedel dari bahan daging babi, maka tidak perlu seorang muslim menunggu fatwa dari para syeikhnya bahwa daging babi tersebut haram. Menghalangi ketentuan ini dengan banyak dalih merupakan usaha sia-sia secara haqiqiy.

    Begitupula, bila penguasa pemerintahan yang menjadi arbab dengan menghalalkan apa yang telah Allah haramkan dan mengharamkan apa yg telah Allah halalkan. Dan bisa jadi pula penguasa pemerintahan menjadi thogut dengan mengganti hukum Allah dengan hukum al-Yasiq dan hukum buatan sejenisnya.

    Lalu siapa dan apa yang dapat menghalangi jatuhnya ketentuan vonis daging babi haram atau ketentuan vonis penguasa arbab serta thogut ?

    Siapa yang berhak memberikan ketentuan vonis tersebut ?

    Yang berhak adalah Allah Ta’aalaa.
    Dan Allah Ta’aalaa telah memberikan agama ini sempurna.
    Dan diantara ciri kesempurnaanya adalah memberikan kesempurnaan syariat; apakah itu individu, kelompok/jamaah, saat berjaya atau tertindas, berbaur atau mengasingkan diri (uzlah), dakwah serta jihad. Semua pintu syariat telah sempurna.*3

    Usaha pencerdasan kepada umat tentu berbeda dengan usaha untuk tidak mencerdaskan umat dengan menjauhkannya dengan memberikan pernyataan bahwa ‘hal ini masalah besar’, ‘masalah yg berat’, ‘masalah yang perlu ulama yang memecahkannya’, ‘tidak semua orang mampu menerapkannya’, dsb yang sejenis.*4

    Ilmu ketentuan haram dan halal, at takfirul muthlaq dan at takfir ‘alal mu’ayyan pun sudah sempurna.
    Kaidah untuk menghilangkan keraguan kesamaran dsb untuk ketentuan vonis diantaranya menurut para ulama yaitu baligh, berakal, tidak ada paksaan, ada dalil yang mengeluarkan dari Dien, serta tidak ada mawani atau penghalang.*5

    Apakah masih samar ketentuan serta vonis hukumnya dari realita saat ini bahwa makanan baso dari bahan daging babi serta penguasa arbab dan thogut ?
    Apakah kita masih menyatakan ketidaktauan sehingga kita masih perlu ulama memberikan fatwa ? sambil merujuk ke QS 4:83 ?

    Jika ketentuan sudah jelas dan realita sudah dipahami, maka tidak ada seorangpun dari jagad dunia ini yang berhak untuk menghalangi ketentuan vonis halal dan haram, arbab, thogut, yang datang dari Allah Ta’aalaa.

    Apabila kelompok salafy sampai saat ini masih menunggu muktamar untuk menghasilkan fatwa fatwa dari para syekhnya, maka yg terjadi adalah kelompok ini telah mendahulukan para syeikhnya dibanding Al-Quran, As Sunnah, serta Ijma. Dengan kata lain, Kitabulah dan Sabda Nabi saw perlu pengesahan dari para syeikhnya untuk memberikan ketentuan vonis.

    Bila terjadi pada area furu/cabang banyak terdapat perbedaan pendapat ulama, tetapi apakah ada perbedaan pendapat ulama pada area Tauhid ? Maka jawabnya adalah dapat dipastikan tidak mungkin ada perbedaan pendapat.*6

    Para ulama sepakat bahwa kalimat Tauhid diawali dgn kufur kpd selain Allah dalam bentuk aliha, arbab, andad, serta thogut. Tanpa mengingkarinya serta menjauhinya, maka realisasi kalimat tauhid secara haqiqiy tidak terpenuhi.*7

    Yang terjadi pada kelompok salafy ini adalah bahwa ketentuan vonis aliha, arbab, andad, serta thogut yang sudah disifatkan serta dicirikan di dalam Kitabulah, Hadist, serta Ijam, belum boleh disematkan pada pelakunya (baik itu mutlak maupun mu’ayan) karena belum ada fatwa dari para syeikhnya.

    Tentu saja tidak sederhana ini untuk menjaga mindset ini. Banyak dalil dan riwayat yang shohih seringkali kita dapati tidak pas ditempakan pada pokok bahasan.
    Sebagai contoh pada hal 47 pada uraian hadist Usamah bin Zaid ra. Kemarahan Rosul itu benar karena Usamah bin Zaid ra membunuhnya karena atas dasar perasangkanya bahwa org tersebut takut dgn pedangnya (pada hal 48), dan inilah yang menimbulkan kemarahan besar dari Rasul. Perasangka itu perbuatan hati, Usamah mengesekusi berdasarkan perasangka perbuatan hati krn org itu takut pedangnya padahal harus dihukumi berdasarkan dzhohirmya, masalah hati diserahkan kpd Allah Ta’aalaa (lihat hadist Riyadus Sholihin no.400). Oleh karena itu halal baginya org tersebut secara dzhohir bila telah mengucapkan tauhid.
    (semoga Allah memahamkan penjelasan ini.amin).

    Dan masih banyak lagi hadist maupun riwayat yang tidak pas, demi menjaga mindset/paham ini.

    Penutup :
    Jika pembaca dapat meluangkan waktu sedikit saja, bacalah tulisan tentang kondisi para ulama KSA dari kaca mata para ulama yg tidak berada di area kerajaan (masih bisakan disebut ulama jika tidak berada di lingkaran KSA? atau ada semacam franchise ? ).
    Jika pembaca menggali serta menganalisanya, Insya Allah dengan pertolongan Allah Ta’aalaa, pembaca akan lebih memahami kenapa kelompok salafy ini yg di Indonesia mempunyai perilaku demikian.

    Banyaklah menganalisa, berusahalah tidak terbuai dengan gelar, lulusan timur tengah, gamis, surban, jenggot panjang, isbal, keterkenalan, kelompok, dsb.

    Yakinlah, tidak ada yang maksum setelah Rasul, dan timbanglah dengan Kitabulah, Hadist, serta Ijma segala ucapan, tulisan, serta sikap, dan segera berharap pertolongan Allah untuk kemudahan merealisasikannya.

    Sebelum mengakhiri, kiranya ada pertanyaan yang sangat mendasar yaitu : Jika kalimat tauhid ini tegak dengan syarat kufur kepada thagut (QS 2:256), serta berkewajiban menjauhinya (QS 16:36), maka apa gerangan kelompok salafy ini mempunyai pemahaman harus mentaati serta loyal kepada penguasa yang mempunyai ciri dan sifat dengan menjalankan al yasiq dan UU buatan sejenisnya yang didalamnya menghalalkan segala bentuk peribadahan selain kepada Allah Ta’aalaa ?

    Sudah final bahwa :
    Ibadah kepada Allah saja, dan jauhi thogut.

    Hindari pemahaman,
    Ibadahi Allah saja, serta taati dan loyal kepada thogut (karena tidak ada fatwa walaupun nash sudah jelas).

    Jika hal ini salah mensikapi, maka fatal akibatnya. Tauhid tidak terealisasi.
    Selamatkan diri untuk berusaha menjadi islam haqiqiy dihadapan Allah Ta’aalaa*12.

    Oleh karena itu, maka berhati-hatilah dengan kalimat pada hal 12 kata pengantar “orang menjauhi kelompok yang seharusnya dicintai, dan membenci orang seharusnya dicintai”. Tidak ada jalan lain tinggalkan pendapat kelompok yang mendahului ucapan para syeikhnya, dan berpegang teguhlah dgn Kitabullah, Hadist, serta Ijma.

    Jika saja Ibnu Abbas ra menyampaikan bahwa hampir saja hujan batu dari langit*8, mereka mendahulukan perkataan ini dan itu padahal sudah ada perkataan Rasul, lalu apa gerangan dengan kelompok pengaku salafy mendahulukan fatwa para syeikhnya padahal sifat dan ciri arbab serta thogut sudah jelas disampaikan didalam kitabulah, hadist, serta ijma?

    Jika saja meninggikan suara dari nabi dapat menyebabkan hapusnya amal*9, dan hapusnya amal adalah salah satu bentuk kekufuran. Maka apa gerangan jika meninggalkan apa yang disampaikan oleh Nabi saw serta mendahulukan ucapan para syeikhnya ? tentu lebih kufur lagi.

    Oleh karena itu, membaca tulisan pada buku ini dan semisal merupakan buah dari mindset yang dipahami oleh pengaku salafy, yang isinya adalah penyerangan (dgn sebutan teroris, khawarij, pembangkang dll) kepada kelompok lain yang tidak mengikuti pola mereka yang tidak ada sama sekali dalil (dgn penempatan yang tepat) untuk meminta fatwa.

    Bagi yang tidak berpegangan dengan islam haqiqiy dan pada saat bersamaan tidak nampak suatu pembatal keislaman padanya kita hukumi sebagai islam huqmiy dan hatinya dikembalikan kepada Allah*10, seraya berdoa semoga Allah menerima segala amal dan mengampuni segala kesalahannya baik pembawa bom maupun yang meninggal akibatnya, dan dihidupkan sesuai dengan niat terakhir kali *11. Amin

    Kembali kepada ajakan penulis pada bagian belakang buku tersebut,
    ‘Anda harus mencerna buku ini’.

    Mohon ampun hanya kepada Allah, mohon maaf atas segala kekurangan. Allah Maha tahu segalanya.

    wassalamuallaikum warrahmatullahi wabaraktuhu.
    Abu Muhammad – Karyawan Swasta.

    Catatan kaki :
    1) Ibnu Tamiyah rahimahullah.
    2) tafsir QS 9:31
    3) tetralogi Dr Salman Al Audah
    4) Ust Baderi
    5) kaedah takfir
    6) kesepakatan ulama
    7) syarah syeikh Muhammad Ibnu Abdul Wahab rahimalhullah.
    8) fathul madjid bab 38.
    9) QS 49:2
    10) (Ma’arijul Qabul 2/37).
    11) Hadist Imam Nawawi Riyadus Sholihin bab niat.
    12) Majmu Al Fatawa : 7/472

    • Abu Tanisha mengatakan:

      Koreksi:
      1. Pemahaman antum mengenai salaf belumlah cukup, antum memahaminya sebagai kelompok, padahal banyak hujjah yang menunjukkan keutamaan salaf, dan apa itu salaf, silakan merujuk ke Al-Qur’an, Assunnah dan kitab-kitab para ulama, yang pasti ra’yu antum dikesampingkan dalam memahaminya, atau baca https://tegaktauhidlurusaqidah.wordpress.com/2009/10/24/mengenal-salaf-dan-salafi/ sebagai awal dari pemahaman.

      2. Sayangnya antum tidak datang ke kajian tersebut, namun cukup antum baca berita-berita yang berkaitan dengan insiden tersebut, terlihat mana yang ahlusunnah wal jamaah dan mana yang bukan? apakah yang ahlusunnah wal jamaah itu yang meneriakkan takbir dan kemudian mengkafirkan ustadz? apakah yang ahlusunnah wal jamaah itu yang bawa senjata ke masjid, meneror, merencanakan teror, membuat keonaran? dan berbuat semua itu tanpa iqomatul hujjah? apakah adab rasulullah dan para sahabat terdahulu seperti itu dalam bermajelis?

      dari poin ke 2 jadi ingat kisah Dzul Khuwaishirah terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan perkataanya : “Wahai Rasulullah berlaku adillah”. [Hadits Riwayat Bukhari VI/617, No. 3610, VIII/97, No. 4351, Muslim II/743-744 No. 1064, Ahmad III/4, 5, 33, 224].

      Setebal apapun kitab seseorang, namun jika ra’yunya mendahului nash, dan juga pemahaman salafushsholeh dan ijma’ para ulama percuma saja.

    • cah ndeso mengatakan:

      Alhamdulillah wash sholaatu ‘ala rosulillah…benar syeikh…perkataan antum tentang “Kaidah untuk menghilangkan keraguan kesamaran dsb untuk ketentuan vonis diantaranya menurut para ulama yaitu baligh, berakal, tidak ada paksaan, ada dalil yang mengeluarkan dari Dien, serta tidak ada mawani atau penghalang”
      terus…mana kaidah penjatuhan vonis kepada perorangan…dan kepada penguasanya?…dan mawani’nya?…mengenai BASO…itu BENDANYA kan? maksudnya…anda menghukumi bendanya…bukan pembuatnya…atau yang memakannya kan?…dan…disini…saya mencium bau pelecehan terhadap ulama…”(masih bisakan disebut ulama jika tidak berada di lingkaran KSA? atau ada semacam franchise ? ).”…pada tambah bingung ga?…kita tunggu penjelasan syeikh abu muhammad…tafadhol syeikh….

  3. JMS AHMAD mengatakan:

    Ya Robb kami, ampunilah kami dan kaum muslimin yang telah mendahului kami dengan membawa keimanan dan jauhilah dari hati kami kebencian dan dengki kepada kaum muslimin.Ya Robb kami, Engkaulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang…Amin

  4. Abu Reyhan mengatakan:

    Assalamualaikum…
    Telah menjadi kesepakatan bahwa teroris itu sebernya adalah Zionis Yahudi, Amerika dan setukunya.. tapi hal ini yang tidak pernah dibahas oleh para asatiz yang mengaku bermanhaj salaf. Hal inilah yang menurut ana akar permasalahan timbulnya anarkisme di Indonesia. Ketidak adilan terhadap islam, kesewenang-wenangan dll menurut saya tidaklah bijak selalu menyalahkan internal kaum muslim saya..

    • Abu Tanisha mengatakan:

      kepada Abu Rayhan,

      Para ustadz sudah berulang kali mendakwahkan bahwa yang sebenarnya teroris adalah Zionis Yahudi, termasuk ustadz Zaenal Abidin dalam hal ini, karena ana langsung duduk di majelisnya.

      Namun, kembali kepada dasarnya yaitu Islam, saat ini adalah saat-saat dimana manusia semakin jauh dari zaman Rasulullah, semakin jauh juga pemahaman tentang dienul Islam, maka tidak sedikit kajian untuk menegakkan Tauhid seperti pembahasan Kitab Al-tauhid karya Abdullah bin Abdul Wahab atau Imam At-Tamimi, Nawaqidul Islam dan lain sebagainya, kemudian kajian untuk pelurusan aqidah, seperti halnya membahas Aqidah Wasitiyah, kajian masalah fiqh seperti pembahasan Bulughul Maram.

      Semua itu diharapkan untuk menjadikan umat ini kuat dengan keyakinannya, lurus pemahamannya, dan tidak menyimpang, namun dakwah ini rusak dengan segelintir orang atau kelompok dengan mengagungkan bid’ahnya, bahkan kesyirikannya seperti halnya menyembah kubur, ziarah makam untuk meminta doa, melestarikan budaya yasinan, tahlilan, dzikir bersama (bukan sama-sama berdzikir), bahkan hingga extrim seperti halnya mengkafirkan umat muslim, dan juga kejadian teror oleh orang yang mengaku muslim yang ilmunya sangat dangkal.

      Jadi bagaimana Islam ini kuat sementara sesama umat Islam aja saling menuduh, dan tuduhannya tanpa hujjah yang kuat. Sementara saat mengkaji mengenai keburukan orang kafir, kita bersatu, namun tidak dalam satu aqidah. Contoh: dari seorang ustadz yang pernah turut berjihad menceritakan bahwa ada orang yang ikut berjihad dengan memakai jimat, ada yang ingin menegakkan daulah islamiyah namun caranya dengan berdemo, dengan berdemokrasi.

      Maka jika antum ikuti tiap-tiap kajian, bukan sekedar tabligh akbar, maka antum akan mengenal Islam lebih dekat yaitu mengkaji Islam dari mulai ushul (dasar) hingga furu’ (cabang), menceritakan keburukan kaum kuffar hingga membencinya, dan yang pasti didasari dengan kajian untuk menguatkan qalbi ini tetap diatas dien-Nya dan diatas sunnah.

  5. abumazza mengatakan:

    Assalamu’alaikum

    Saya setuju dgn ust. Abu Muhammad.

    saya kira akhi cah ndeso kurang paham..

    jika seseorang melakukan praktek kemusyrikan seperti percaya jimat, menyembeh kuburan dll. maka bukan hanya perbuatannya saja yg bisa dihukumi, tp orangnya pun bisa dihukumi….

    • Abu Tanisha mengatakan:

      Wa’alaikumsalam,

      Setuju atau tidak setuju, selayaknya dengan ilmu.

      Orang yang melakukan bid’ah bisa dikatakan perbuatannya adalah bid’ah dan orangnya adalah pelaku bid’ah, bukannya ahlul bid’ah

      Begitu juga dengan pelaku kemusyrikan, perbuatannya bisa dikatakan perbuatan syirik, orangnyapun bisa di vonis pelaku syirik, namun tidak bisa divonis kafir, karena kafir itu bertingkat-tingkat, dan orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah juga bertingkat-tingkat, tidak semerta-merta memvonis “KAFIR!”. Silakan merujuk ke Surah Al-Maidah [44]: “…Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.“, Al-Maidah [45]: “…Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.“, Al-Maidah [47]: “…Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik[1]


      [1] Orang yang tidak memutuskan perkara menurut hukum Allah, ada tiga macam:
      a. karena benci dan ingkarnya kepada hukum Allah, orang yang semacam ini kafir (surat Al Maa-idah ayat 44).
      b. karena menurut hawa nafsu dan merugikan orang lain dinamakan zalim (surat Al Maa-idah ayat 45).
      c. karena fasik sebagaimana ditunjuk oleh ayat 47 surat ini.

      • abumazza mengatakan:

        jazakalloh..

        sekarang timbul pernyataan…

        dari ketiga kategori itu, masuk kategori yg manakah negara Indonesia?
        dari ketiga kategori itu, masuk kategori yg manakah pemerintah indonesia?

        setelah sebelumnya berkali2 diseru untuk menggunakan seluruh syari’ah islam, ternyata ditolak terus…

      • Abu Tanisha mengatakan:

        Silakan antum cermati komentar Syaikh Al Utsaimin dibawah, dari situ cermati segala syubhat yang ada di hati antum:

        Syaikh Al Utsaimin ketika mengomentari penjelasan Syaikh Al Albani, berkata: Syaikh Al Albani berdalil dengan perkataan Ibnu Abbas radhiAllahu ‘anhu, demikian juga halnya dengan ulama lainnya, semuanya menerima dan mendukung penjelasan Ibnu Abbas radhiAllahu ‘anhu ini… karena penjelasan beliau ini sesuai dengan banyak dalil. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

        سباب المسلم فسوق وقتاله كفر

        “Mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan memeranginya adalah kekafiran.”

        Walaupun demikian, sesungguhnya memerangi seorang muslim tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama islam (murtad), berdasarkan firman Allah:

        وَإِن طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا

        “Dan apabila ada dua golongan dari kaum mukminin berperang, maka damaikanlah antara keduanya” sampai pada firmannya:

        إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ

        “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara keduanya.” (Qs. Al Hujuraat: 8-9)

        Akan tetapi karena kenyataan ini tidak sesuai dengan keinginan orang-orang yang telah terfitnah dengan pengafiran orang lain, mereka berkata: Penjelasan Ibnu Abbas ini tidak dapat diterima, dan tidak benar penisbatannya kepada beliau. Maka kita katakan kepada mereka: Bagaimana tidak benar, padahal para ulama yang lebih besar, lebih mulia, lebih pandai dibanding kalian tentang ilmu hadits telah menerimanya, kemudian kalian tetap tidak mau menerimanya juga? Cukup bagai kami bahwa para ulama besar, seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Ibnu Qayyim dan lainnya telah menerimanya, dan berbicara sesuai dengannya, menukilkannya, dengan demikian penjelasan ini sahih. Kemudian, anggaplah bahwa penjelasan ini tidak sahih, sebagaimana anggapan kalian, maka kami masih memiliki banyak dalil yang membuktikan bahwa kata “kufur/kafir” bisa saja diucapkan, akan tetapi tidak dimaksudkan darinya kekufuran yang mengeluarkan pelakunya dari agama, sebagaimana halnya pada ayat di atas, dan pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

        اثنان في الناس هما بهم كفر: الطعن في النسب والنياحة على الميت

        “Ada dua perkara amalan manusia, keduanya adalah kekufuran, yaitu: mencela nasab, dan meratapi orang mati”, jelas sekali bahwa kedua amalan ini tidak menyebabkan pelakunya keluar dari agama, akan tetapi -sebagaimana yang dinyatakan oleh Syaikh Al Albani pada awal penjelasannya: Sedikitnya ilmu, kurang memahami kaidah-kaidah umum dalam syariatlah yang menjadikan mereka sesat.

        Kemudian ada hal ketiga yang saya tambahkan, yaitu: Keinginan jahat, yang menjadikan mereka salah paham, karena apabila seseorang menginginkan sesuatu, menjadikan pemahamannya selalu mengarah kepada keinginannya, kemudian ia akan memutar balikkan dalil, agar mendukung keinginannya. Di antara kaidah yang terkenal sekali di kalangan para ulama’ adalah “Berdalil terlebih dahulu, kemudian menyimpulkan” bukan menyimpulkan terlebih dahulu kemudian mencari dalil, sehingga akibatnya engkau sesat. Yang paling penting, ada tiga sebab bagi kesesatan mereka:

        1. Ilmu yang dangkal.
        2. Tidak menguasai kaidah-kaidah umum dalam syariat.
        3. Kesalahpahaman yang dilandasi oleh keinginan jahat.

  6. Abu 'Azzam Al-Manshury mengatakan:

    Wahai Abu Said & Yahya….Istighfar-lah atas perkataan kalian…Para teroris itu bukan ngaji di kajian Ust. Zainal-‘Abidin -Hafizhohullah-…Janganlah kamu (Yahya) mengaku salafy!!!! Para teroris itu sengaja datang memang utk membuat kerusuhan yg memang telah direncanakan!!! Ana tahu itu semua karena tetangga dekat rumah ana sendiri adalah anggota JAT yg membenarkan bahwa insiden tersebut sudah lama direncanakan dari bulan oktober…Yang melakukan itu adalah aktifis JAT….Jadi jangan semberono kalian wahai Talafiyin!!! Dan ana rasa Abu Said adalah penyusup yg sama dg para Irhabiyin tersebut…Dan utk Yahya Al-Jahily…mengapa antum benarkan perkataan Abu Said??? Padahal semua salafiyin dapat menangkap pernyataannya yg seolah membantah hujjah salafiyin terhadap ahlu bughot Indonesia bahwa mereka adalah khowarij!!! Apakah antum buta & bodoh??? Menganggap Ust. Zainal-‘Abidin sebagai Sururiyun??? Atau jangan2 antum adalah penyusup yg hendak membuat kerancuan dg komentar syubhat antum yg jelas membela Abu Said Al-Jahiliy dengan berpura2 menjadii salafy??? Padahal haqiqatnya antum sama dg Abu Said & para Pembela Khowarij Indonesia (PKI), yg terdiri dari JAT (Jama’ah Ahlut-Takfir), MMI (Majlis Murji’ah Indonesia), dll!!! Semoga Allah timpakan kehinaan kepada kalian sehingga kalian sadar & bertaubat di khalayak ramai atas pernuatan jahil murokkab kalian!!!!!!!!!!!

    • abu muadz mengatakan:

      BISMILLAAH. Wahai abu azzam (smg ALLOH mmbr hidayah pdmu) Mohon berhati-bati dalam berkata/menulis karena kalau tidak benar bisa jadi fitnah & besok di akhirat akan dipertanggungjawabkan. Bisa jadi tuduhan yg tdk benar akan kembali kepada yg menuduh. Mana akhlak yg mulia sbgmn yg diajarkan ROSULULLOH: Orang mu’min itu bukanlah pelaknat.Anta terlalu tergesa-gesa dlm menghukumi tulisan akhi yahya jg tolong dibaca berulsng-ulang & difahami agar tdk salah faham krn tuduhan itu tdk berdasar sama sekali. WALLOOHU A’LAM

  7. Abu Reyhan mengatakan:

    @ Abu ‘Azzam Al-Manshury klo melihat kata-kata antum seperti ini ana bisa memahami walaupun tidak menyetujuai apa yang dilakukan terhadap Ustadz Zaenal..memangnya antum sendiri siapa? antum sendiri anti takfiri tapi dengan enteng antum anggap kelompok yang lain murjiah , khawarij, teroris, bughot dsb dst yang sangat menyakitkan tersebut ana kawatir hal lain lebih besar yang menimpa selain ustadz zaenal akan terus terjadi kalau kita tidak bisa menehan diri terus akan terjadi seperti itu sampai2 umat islam hancur dengan sendirinya…tanpa pernah berhadapan dengan kaum kufar..kecuali klo antum memang menghendaki hal itu.

  8. cah ndeso mengatakan:

    diantara keindahan ukhuwah islamiyah adalah…adanya amar ma’ruf nahi munkar…dan tentunya dengan ilmu…apa jadinya…kalo semua itu tanpa di dasari ilmu?…kemuliaan ilmu memang anugerah terindah…ironis…jika…berbicara tentang vonis kafir…tapi tidak bisa membedakan perbuatan dan vonis terhadap perseorangan..tidak pula bisa membedakan negara islam dan bukan…tidak pula…tidak pula…Allohul musta’an…zaadanalloohu ilman naafi’an.

  9. Abu Tanisha mengatakan:

    Ya akhi,

    Semua ini dikarenakan adanya pengkaburan dalam dakwah ahlusunnah yang haq ini.
    Jenis-jenis pengkaburan dalam dakwah ahlusunnah ini adalah:

    1. Dari fisik seseorang yang sudah menjalankan sunnah, yaitu Jenggot dan Celana Cingkrang (tidak isbal) bagi ikhwan, serta jilbab panjang, cadar bagi akhwat
    2. Dakwah mengenai penegakan tauhid, seperti hindari syirik, tathoyur, thogut, benci orang kafir, dan sebagainya
    3. Pengambilan nash-nash dari assunnah/hadist nabi صلى الله عليه وسلم

    Dan pengkaburan tersebut diatas terjadi karena kajian di daerah galaxi bekasi (informasi dari salah satu ikhwan yang pernah ikut kajian disana -pen), dimana masjid tersebut digunakan untuk kajian salaf, dan sekaligus digunakan untuk kajian JAT. Silakan baca http://mmramadhan.blogspot.com/

    Ada seseorang yang memang di JAT, ada yang di Salaf, dan ada juga yang dikeduanya.

    Maka (sepengetahuan dan husnudzan ana) Ustadz Hakim bin Amir Abdat adalah satu manhaj dengan Ustadz Zaenal Abidin, sementara Abu Bakar Ba’asyir secara dzahir tidak di atas manhaj Salaf, silakan tanya kepada para asatidz yang bermanhaj salaf, diluar itu jika para asatidz yang antum/ma tanyakan, bahwasanya Ustadz Hakim bin Amir Abdat dan Abu Bakar Ba’asyir adalah satu manhaj maka ana berlepas diri dari pengakuan para asatidz tersebut mengenai hal ini.

    Maka pesan untuk DKM Masjid Muhammad Ramadhan, jangan campurkan dakwah yang haq ini, jika antum lebih berat ke kajian Abu Bakar Ba’asyir, maka tiadakan kajian Ustadz Hakim bin Amir Abdat, begitu juga sebaliknya, jika DKM ingin menjadikan dakwah Salaf ini dakwah yang haq, maka tiadakan kajian Abu Bakar Ba’asyir, sekali lagi diluar itu ana berlepas diri dari adanya campur aduk kajian salaf di masjid tersebut.

  10. Abu Tanisha mengatakan:

    Untuk lengkapnya, silakan antum/ma merujuk ke link ini http://jihadbukankenistaan.com, semua tentang jihad, pengeboman, terorisme, pengkafiran ada disana.

  11. Abu Reyhan mengatakan:

    Dan diantara sifat “salafi” yang paling menonjol adalah menganggap diri dan kelompoknya paling salaf dan diluar kelompok mereka boleh disesatkan, ditahzir, klo perlu dianggap kafir, ana mo tanya trus bedanya kelompok antum ama takfiri dimana? Jangan antum bilng klo antum menyesatkan mereka dengan ilmu seolah hanya kelompok antum saja yang berilmu.Panjang klo kita mo berhujah dan berdalil yang shohih karena masing2 mempunyainya Mangkanya kawan sikap seperti ini yang membuat kemelut ini berlangsung secara terus menerus karena masing-masing pihak tidak dapat menahan diri… klo memang perbedaannya gak bisa disatukan ya udah kita menahan diri aja gak perlu saling serang. Antum kira dengan bedah buku Ustadz Zaenal persoalan menjadi clear? Klo antum menganggap ini sebagai dalih untuk megingatkan masyarakat akan sesatnya ustadz Ba’asir silahkan dan selamat berhadapan dengan Ikhwan2 yang mendukungnya . Mungkin mereka juga tidak bangga dikatakan satu manhaj dengan ustad Hakim, Zaenal Abidin

    • Abu Tanisha mengatakan:

      point 1: Jangan antum bilng klo antum menyesatkan mereka dengan ilmu seolah hanya kelompok antum saja yang berilmu
      Ya silakan antum cek aja, mana yang sesuai dengan ciri-ciri ahlusunnah wal jamaah, antum tulis semua ciri-ciri ahlusunnah wal jamaah di kolom komentar ini, kemudian rinci satu per satu, mana yang paling sesuai dengan ciri-ciri yang antum tulis nantinya.

      contoh kecil aja, dalam buku “Membongkar Syubhat-Syubhat Murji’Ah Gaya Baru”, jujur saja antum jawab, siapa yang jadikan buku itu sebagai hujjah? Para salafiyun atau para JAT?

      Antum perhatikan pada bab dimana penulis mendhaifkan perkataan Abu Abbas رضالله عنه mengenai “Kufrun dunna Kufrin”

      Cermati apa yang difahami oleh para ulama, apakah mereka mendhaifkan permasalahan di atas?

      point 2: Mungkin mereka juga tidak bangga dikatakan satu manhaj dengan ustad Hakim, Zaenal Abidin

      jawaban: bukan bangga atau tidak bangga, namun ada seorang ikhwan yang mentahdzir ustadz Zaenal Abidin saat itu berujar “saya juga ngaji di ustadz hakim!” nah loh? ada pengkaburan disini rupanya?

      point 3: Klo antum menganggap ini sebagai dalih untuk megingatkan masyarakat akan sesatnya ustadz Ba’asir silahkan dan selamat berhadapan dengan Ikhwan2 yang mendukungnya:
      Adanya taqlid disini? Ya Allah beginikah ahlusunnah? “selamat berhadapan dengan ikhwan2 yang mendukungnya“? apakah dengan menyusup dalam majelis ta’lim, membawa senjata, berniat membunuh? meniru perbuatan Kaum Khawarij dimasa dulu? Ya Allah lindungi kami dari segala marabahaya.

  12. Abu Tanisha mengatakan:

    Yuk kembali fokus pada masalah, jangan melebar kemana-mana.

    1. Kenapa penulis mengambil judul “Khawarij Berulah Kembali tanpa Ilmu”?
      Jawaban: Adanya dari peserta tabligh akbar saat itu yang mengkafirkan Ustadz Zaenal Abidin, tanpa hujjah, dan alasan tertentu, dan tanpa tau sebetulnya apa yang selama ini Ustadz Zaenal Abidin dakwahkan. Inilah ciri-ciri takfirin seperti halnya Kaum Khawarij
    2. Kerusuhan terjadi saat Ustadz menyampaikan pernyataan Abu Bakar Ba’asyir di majalah Sabili edisi yang bergambar celana cingkrang, mengenai bolehnya seseorang menyamar ditempat musuh, dan menusuk dari belakang, padahal Ustadz Zaenal Abidin dalam kajian sebelum di Amar Ma’ruf telah menjelaskan bahwa itu cerita bohong, silakan cek di sirah nabawiyah, di Al-Qur’an, As Sunnah dengan mengenyampingkan ra’yu dan mendahulukan nash yang shohih.
    3. Dalam hal ini adanya jamaah yang taqlid kepada Ustadz saat ustadznya disebut dalam tabligh akbar saat itu

    jadi jika kita seorang penuntut ilmu (mutholib) maka lihat akar masalahnya, sesuaikan dengan ciri-ciri golongan yang selamat/ahlusunnah wal jama’ah/firqotun najiyah. Mana yang sesuai dengan ciri-ciri ahlusunnah wal jama’ah?

    Jika memang pernyataan ustadz Zaenal Abidin salah, maka sampaikan apa kesalahannya, fokus pada kesalahannya bukan mengglobal hingga mengkafirkannya, namun jika benar apa yang disampaikan oleh ustadz Zaenal Abidin maka selayaknya seorang penuntut ilmu ruju’ kepada yang benar.

    Tidak diharapkan disini sebagai ajang debat jika hanya taqlid kepada Ustadz dan mengikuti hawa nafsu. Bukan pula untuk menancapkan dihati kita permusuhan. Jika tidak mau mencari kebenaran, silakan tinggalkan blog ini, jangan buka lagi, dan semoga Allah memberimu petunjuk.

    Untuk Reyhan silakan antum tulis di kolom komentar ciri-ciri ahlusunnah wal jama’ah, bukan menurut versi antum tapi bagaimana para ulama menjabarkannya.

  13. Abu Reyhan mengatakan:

    Antum dikasih masukan kok ngak mau… jangan membolak-balikan tuduhan yang taqlid itu antum coba pernah ngak antum ngaji selain kepada asatidz yang antum anggap “salafi” coba antum baca hadits Rosul tentang sahabat rosul Thufail bin Amru Ad Dausy radliallahu’anhu yang isinya kurang lebih seperti ini : sebelum beliau masuk islam waktu itu beliau oleh bangsa quraisy disuruh untuk tidak mendengarkan atau menutup telinga apa yang diucapkan Rosul Muhammad karena mereka bilang ucapan beliau akan menyihirnya . Awalnya saran mereka dipenuhi Namun kemudian dia berfikir bahwa dia memiliki akal dan fikiran untuk bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk, maka datanglah dia kepada Rasulullah saw dan mendengar tentang Islam… maka selanjutnya masuk Islamlah dia. keributan di masjid tersebut tidak serta merta berdiri dengan sendirinya sebelumnya di daerah Sukoharjo juga Ustadz zaenal melakukan hal yang sama dan itu terus berlangsung..

    Sekarang coba antum berusaha untuk mengerti dari sisi mereka terlepas dari benar atau salah tindakan “para teroris” versi antum yang telah mengorbankan jiwa, harta dan kehormatan untuk tegaknya kalimat Tauhid antum katakan dan terus katakan mereka itu teroris, khawarij, dan ahlu neraka katakan siapa yang akan terima . Antum udah merasakan belum dikejar-kejar Amerika dan Zionis Yahudi dan dipenjara? Tidakkah ada penyampaian yang lebih sopan?

    Saya katakan Tanisha persoalan sudah demikian rumit dan ini menyangkut masalah keyakinan / manhaj. Hanya Alloh yang dapat memberi hidayah kepada masing2 pihak yang berseteru. Saya cuma ngak mau terjadi hal yang lebih buruk. hentikan saling hujat dan biarlah Alloh yang menilai benar atau salahnya suatu kelompok dan kita hanya berkewajiban untuk merujuk kepada Quran, hadits dan pemahaman salafus shalih

    Saya termasuk orang yang ingin kebenaran InsyaAlloh mangkanya saya mau dapat ilmu dari antum untuk itu saya belum meninggalkan blog ini. Kecuali klo memang antum menghendaki saya tidak comment di blog ini

    Demikian dulu saudaraku semoga Alloh memberi hidayah kepada saya , antum dan semua kaum muslim Amien…

    • Abu Tanisha mengatakan:

      Begini akhi Reyhan…

      Tudingan, tuduhan, hujatan, tahdzir, bahkan hingga jahr, tidak lain harus berdasarkan ilmu, dalam masalah ini, kita terkaburkan dengan “siapa yang benar?”, “Semua mengaku mengenal Laila, tetapi Laila tidak mengenalnya”, nah untuk itu seperti apa ciri-ciri orang yang dikenal Laila?, dalam hal ini Apa ciri-ciri ahlusunnah wal jamaah?, kenapa ana mengambil ciri-ciri ahlusunnah wal jamaah? karena ahlusunnah wal jamaah-lah golongan yang selamat, firqotun najiyah, untuk itu, ana tunggu balasan dari akhi Reyhan untuk mencantumkan ciri-ciri ahlusunnah wal jamaah, berikut dengan catatan kaki darimana antum mengambil referensi, agar tahu apakah benar antum dalam menukil? jika sudah mari kita luruskan, mana yang sesuai dengan ciri-ciri ahlusunnah wal jamaah?

  14. alhamdulillah ustadz zainal selamat atas idzin Alloh. Semoga Alloh selalu memberikan perlindungan dan keberkahan kepada ustadzustadz salaf spt ust abdul hakim, ust yazid jawas, ust zainal abidin, ust badrussalam, dll ustadz salaf lainnya. Ya akhi, sebaik-baik generasi adalah para salaf dan sebaik baik manhaj adalah manhaj mereka. Maka tinggalkanlah berdebat dg para penentang salaf krn demikianlah akhlaq salaf jk mereka telah kuat dg keyakinannya. Biarkanlah para ustadz kita yg menjelaskan dan membantah hujjah mereka yg berusaha menyesatkan dan mengaburkan salaf. Jika penjelasan ustadz kita saja mereka tidak terima maka bagamanakah lagi dg hujjah kita? Seperti Ali mengirim Ibnu ABbas mk yg tidak menerima penjelasan Ibnu ABbas maka biarkan mereka dan sebaiknya kita berkonsentrasi memperdalam ilmu para generasi yg mulia ini… Ya Rabb saksikanlah ana mencintai Ustadz ABdul Hakim, selalu ana berdoa dalam sholat ana agar mereka selalu dilindungi dan balas dg pahala yg berlimpah krn dg wasilah merekalah ana kembali dari keterpurukan bid’ah menuju sunnah…

  15. ya Rabb, saksikanlah sesungguhnya ana mencintai ustadz abdul hakim, ustadz yazid, ustadz zainal abidin, ustadz badrussalam dan ustadz ustadz salaf lainnya. Berikanlah kepada kami hati hati yg menerima manhaj ini. Jadikanlah kami menerima manhaj ini dg mudah dan ringan, tambahkanlah ilmu kami dan lindungilah kami selalu…. alngkah indahnya ilmu para salaf dan sejuknya dakwah dakwah mereka….

  16. Abu Reyhan mengatakan:

    Afwan ana baru buka halaman ini lagi maklum namanya juga kuli kasar …
    Gimana sih antum ini pura-pura ngak tau apa terlalu memandang sebelah mata kepada saya..? kan antum pasti punya buku Syarah Aqidah Ahlu Sunah Waljamaah karangan ustadz Yazid? ini kan buku setengah wajib bagi para penuntut ilmu dikalangan “Salafi”? Cukuplah ini menjadi jawaban saya ke antum

    Akhi mungkin saya mengenal Ustadz Hakim lebih dari antum mengenal beliau kecuali klo antum kerabat beliau..jangan memonopoli manhaj salaf hanya kepada diri antum saja . Tidak terbantahkan klo manhaj salaf adalah manhaj yang selamat itu saya sangat mengerti tapi benarkah aqidah kita sudah seluruhnya sejalan dengan aqidah mereka? (semoga Alloh meridhoi mereka).
    Itu dulu akhi.. semoga Alloh memberi hidayah kepada kita semua . Mungkin karena kesibukan saya unrtuk beberapa hari mendatang saya pamit dulu..

  17. tegoeh mengatakan:

    Kronologis dan Penjelasan Sikap JAT
    Terhadap Insiden Masjid Amar makruf NAhi Mungkar, Bulak Kapal, bekasi
    19 Dzulhijjah 1430 / 6 Desember 2009
    Kronologis

    Penyusunan kronologis ini didasarkan dari Laporan Tim Investigasi Sariyyah Da’wah wal I’lam
    Imaroh Wilayah Jakarta :

    1. Pengakuan dari Panitia Bedah Buku “ Jihad Melawan Teroris “ a.n Abdul Aziz sebagai berikut :
    Kajian bedah buku ahad pagi berjudul “Jihad Melawan Teroris” diwarnai kerusuhan oleh beberapa oknum jama’ah abu bakar basyir (+- 50 orang, bahkan hadir juga diantara mereka Ust. Halawi Ma’mun), kerusuhan dipicu ketika ust. Zaenal abidin (selaku pemateri) menyebutkan nama Ust. Abu Bakar Basyir pada saat kajian baru berjalan 10 menit, kemudian salah satu dari mereka (yaitu Ust. Halawi Ma’mun dan diikuti oknum jama’ah Abu Bakar Ba’asyir yang lain) langsung meneriakan takbir Allohu Akbar secara serempak dengan suara yang sangat keras. Mulai saat itu kondisi mulai tidak kondusif dan mencekam, beberapa dari mereka langsung menghampiri ust. Zaenal Abidin,LC. dan berusaha untuk menzolimi ustadz.
    Alhamdulillah hal itu tidak terjadi karena kesigapan dari panitia dan beberapa jama’ah bedah buku yang ikut membantu menenangkan beberapa oknum jama’ah Abu Bakar Ba’asyir tersebut.

    Beberapa oknum tersebut terlihat membawa senjata tajam dan senjata api (menurut penglihatan jama’ah bedah buku yang lain). Sebagian dari mereka meneriakan Ust. Zaenal abidin dengan kata-kata “Bangsat, Murtad, Kafir, dll”. Sepertinya kerusuhan ini memang sudah direncanakan oleh mereka mengingat pada pagi hari mereka sudah mempelajari kondisi dan medan masjid juga mempersiapkan peralatan berbagai senjata dan menyimpan sendalnya di dalam tas. (bahkan mereka hendak menyerbu kajian ini setelah kajian mereka di tempat lain selesai).

    NB : Mereka tidak menodongkan senjata api dan tidak ada jamaah yg terluka dengan senjata tajam. (Ana punya rekamannya, karna waktu itu ana sebagai panitia kajian)
    Pengakuan tersebut di dapat dari Mailing List Assunnah ( assunnah@yahoogroups.com This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ).

    2. Penyelidikan oleh anggota Tim Investigasi Sariyyah Dawlam JAT Wilayah Jakarta atas e-Mail yang dimuat Mailing List As Sunnah melalui Yahoo Messenger dengan saudara Abdul Aziz tersebut lebih menguatkan dugaan , bahwa kelompok Salafiyyun yang mengadakan acara tersebut memang disengaja hendak menyulut bentrok fisik dengan pihak yang akan dipancing. Dalam hal ini bukan kelompok JAT, tetapi ditonjolkan oknum yang seolah mewakili JAT.

    3. Pengakuan dari Ust. Halawi Makmun Lc. MA. kepada Tim Investigasi Sariyyah Dawlam JAT Wilayah Jakarta sebagai berikut :
    “Maksud kami hadir dalam acara bedah buku “Jihad Melawan Teror” yang ditulis oleh Zainal Abidin Lc. Adalah untuk menyampaikan hujjah dan meluruskan manakala ada pernyataan yang menjurus kepada fitnah. Hal ini didasari karena para pemuka Salafi kerap kali memojokkan para mujahid.”
    Hal ini telah direncanakan dalam rapat oleh Ust. Halawi dan jamaah halaqoh yang di bimbingnya pada malam hari sebelumnya (sabtu, 5 Desember 2009) di daerah Petukangan.
    Selanjutnya setelah Zainal Abidin melakukan muqodimah dan menyebut nama ust. Abu Bakar Ba’syir sambil mengutip perkataan beliau dari TV, pada saat itu serentak terdengar takbir dari ikhwan-ikhwan, Lalu salah seorang dari anggota halaqoh ust. Halawi (bpk. Haidir) berdiri dan menyampaikan perkataan yang di tujukan kepada Zainal Abidin : “Kenapa Antum Fitnah Ust. Abu Bakar Ba’asyir?” Sambil maju kedepan.
    Pada saat maju tersebut, ada seseorang yang menghalangi dan memukul sdr. Haidir.
    Beberapa Ikhwan lain yang melihat kejadian itu langsung menyerang oknum pemukul tersebut dan terjadilah baku hantam.

    Pada saat itu Ust. Halawi Meminta kepada Ust. Zainal untuk meneruskan pembicaraannya mengenai ust. Abu Bakar Ba’asyir tetapi Berhubung diluar sudah ada polisi ust. Halawi khawatir adanya jebakan, maka beliau dan jamaah pun keluar.

    Kesimpulan

    Sangat terlihat jelas , bahwa Panitia Bedah Buku “ Jihad Melawan Teroris “ ingin memperkeruh masalah ummat Islam yang sudah terlalu banyak dengan mengadakan acara semacam itu dimana pada waktu bersamaan juga JAT Mudiriyyah Bekasi mengadakan acara Bedah Buku lain di tempat yang tidak berjauhan dari mesjid Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bulak Kapal. Dimana hal seperti ini berpotensi menyulut bentrokan fisik.

    Pemukulan yang terjadi kepada saudara haidir (bukan anggota JAT) oleh oknum tertentu karena mempertanyakan sikap pembicara yang selalu melempar berbagai tuduhan fitnah sepihak ke atas ust. Abu Bakar Baasyir menunjukkan bahwa acara di Masjid Amar Makruf Nahi Mungkar memang sudah berangkat dari titik kebencian dan permusuhan hingga mengakibatkan sebuah sikap yang berlebihan oleh oknum tersebut terhadap si penanya.

    Maka kesimpulan kami :

    1. Bahwa patut diduga insiden ini terjadi untuk menarik – narik Jama’ah Anshorut Tauhid kepada benturan secara fisik dengan kelompok Islam lainnya , dalam hal ini adalah kelompok yang menyebut diri mereka sebagai “Salafiy”.
    2. Bahwa insiden kecil ini akan dimanfaatkan pihak tertentu yang menghendaki lemahnya kaum muslimin dan secara khusus ada upaya pencitraan negatif kepada jama’ah Anshorut Tauhid, utamanya kepada Amir Jama’ah , Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.

    Sikap JAT
    Berdasarkan hal – hal diatas maka Jama’ah Anshorut Tauhid menyatakan sikap sebagai berikut :
    1. Jama’ah Ansharut Tauhid menyatakan bahwa tidak ada intruksi ataupun program atau kebijakan institusi untuk mengacaukan acara kelompok lain , maka JAT tidak terkait / terlibat dengan insiden Bulak Kapal tersebut .
    2. Jama’ah Ansharut Tauhid menghimbau semua pihak terutama kelompok yang mengaku “Salafiy” untuk tidak menjadi perpanjangan tangan siapapun dalam memperkeruh kondisi Ummat Islam yang sedang dalam keadaan lemah ini.
    3. Kepada ikhwan-ikhwan yang sepandangan dengan kami, baik yang bergabung dalam Jama’ah Anshorut Tauhid ataupun tidak, kami ingatkan agar berhati – hati dan menghindari jebakan apapun yang bisa mengakibatkan hal yang fatal serta menjauhkan kita dari ridho Alloh Azza wa Jalla .
    4. Jama’ah Ansharut Tauhid megajak kepada seluruh umat agar terus membangun kekuatan Islam hingga pada saatnya , Alloh Azza wa Jalla memberi kita jalan untuk menunaikan Jihad Fii Sabilillah dalam arti yang sebenar-benarnya .

    Alhamdulillahi Robbil ‘Alamiin , Hasbunallahu wa ni’malwakiil.

    Solo , Muharram 1431 / Des 2009

    Tertanda

    Katibul ‘Aam JAT

    http://www.ansharuttauhid.com/publikasi/pernyataan-sikap.html

    • Abu Tanisha mengatakan:

      Alhamdulillah ada yang bisa menceritakan kejadiannya walau pandangan ini baru dari satu pihak (perlu dipertanyakan kembali manhaj dan ke kebenarannya), namun ana akan tutup kolom komentar ini untuk tidak saling berdebat sesama muslim, karena tidak ada gunanya karena ada unsur taqlid dan juga tujuan menang dan kalah disini, sementara di luar sana masih banyak saudara kita yang terjerumus dengan tasyabuh kaum kufar.

      Mari tolong mereka dengan dakwah yang penuh hikmah, kuatkan mereka dengan mentauhidkan Allah sebenar-benarnya, tegakkan hujjah sebelum memvonis, bukannya dengan dibenci dan dijauhi.

      Mereka pintar tapi bodoh, dikatakan bodoh tapi juga pintar, maka pintar-pintar kita dalam memandang masalah, kuatkan hujjah, sekali lagi tegakkan hujjah, sampaikan secara lemah lembut, jangan pasang tampang seram, hidayah hanya milik Allah.

      سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنِتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

      [Maha suci Engkau, Ya Allah. Dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan haq selain Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu], melainkan diampuni baginya dosa yang terjadi di majlis itu.” (HR. at-Tirmidzi)

Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: