التمسك التوحيد,تصويب العقيدة,الستصل الشرك و بدعة

Tegak Tauhid, Lurus Aqidah, Berantas Syirik dan Bid'ah

Posisi Shof Saat Berjama’ah Dua Orang

pada November 30, 2009

Lurus dan rapatkan shof” sambil memerintah makmum untuk sejajar dengannya (imam), namun si makmum berceloteh “masa ada dualisme kepemimpinan??” dengan memundurkan posisinya sehasta.

Lurus dan rapatkan shof” sambil memerintah makmum untuk sejajar dengannya (imam), namun si makmum ragu untuk maju dan tetap dengan posisi kira-kira satu hasta dari ujung kaki makmum.

Lurus dan rapatkan shof” sambil memerintah makmum untuk sejajar dengannya (imam), namun si makmum sedikit mundur satu hasta saat di rakaat berikutnya.

Kisah di atas merupakan kisah yang nyata, sungguh meluruskan shof dan merapatkannya kian ditinggalkan oleh umat Islam karena kurangnya ilmu yang justru menjadikan pelakunya membuat suatu opini yang sekali lagi justru menjadi salah kaprah karena melihatnya dari sisi dunia.

Maka coba perhatikan dan kaitkan sabda-sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam urusan meluruskan shof dan merapatkan shof:

سَوُّوا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوْفِ مِنْ إِقَامَةِ الصَّلاَةِ

“Luruskan shaf-shaf kalian, karena meluruskan shaf termasuk bagian dari mendirikan shalat.” (H.R Al Bukhari)

اسْتَوُوْا وَلاَ تَخْتَلِفُوْا فَتَخْتَلِفُوْا قُلُوْبَكُمْ

“Luruskanlah shaf dan janganlah kalian berselisih, yang menyebabkan hati kalian akan berselisih.” (H.R Muslim: 432)

سَوُّوا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوْفِ من تَمَامِ الصَّلاةِ

“Luruskanlah shaf-shaf kalian, karena meluruskan shaf termasuk dari menyempurnakan shalat.” (H.R Muslim)

أَقِيْمُوْا الصُّفُوْفَ وَ حَاذُوْا بَيْنَ المَنَاكِبِ وَ سُدُّوْا الخَلَلَ ولِيْنُوْا بِأَيْدِي إِخْوَانِكُمْ وَلاَتَذَرُوْا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ, وَ مَنْ وَصَّلَ صَفًّا وَصَّلَهُ الله وَ مَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ الله

“Luruskanlah shaf-shaf kalian, jadikanlah sejajar diantara bahu-bahu kalian, tutuplah celah yang kosong, bersikap lunaklah terhadap tangan saudara-saudara kalian dan jangan kalian meninggalkan sedikitpun celah-celah bagi syaithan. Barang siapa yang menyambung shaf maka Allah akan menyambungnya dan barang siapa yang memutuskan shaf maka Allah akan memutuskannya.” (H.R Abu Dawud no.666 dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani)

Serta dalam cara mengisi shof dua orang berjamaah:

Apabila dua orang shalat berjama’ah dan salah seorang mengimami yang lainnya, maka posisi shaf adalah sejajar dengan menempelkan bahu dengan bahu mata kaki dengan mata kaki di antara keduanya. Sebagaimana hadits Ibnu Abbas رضالله عنه beliau berkata:

” بتُّ فِي بَيْتِ خَالَتِي مَيْمُوْنَةَ فَصَلَّى رَسولُ الله العِشَاءَ ثُمَّ جَاءَ فَصَلّى أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ ثُمَّ ناَمَ ثُمَّ قاَمَ فَجِئْتُ (وَفِي رِوَايَة : فَقُمْتُ إِلَى جَنْبِهِ) عَنْ يسَارِهِ فَجَعَلَنِيْ عَنْ يَمِيْنِهِ”

“Aku bermalam dirumah bibiku (yaitu) Maimunah, ketika itu Rasulullah shalat isya’ kemudian beliau pulang ke rumah dan shalat empat rakaat, kemudian tidur. Setelah itu beliau bangun untuk shalat maka aku pun berdiri disamping kirinya kemudian beliau memindahkan aku ke samping kanannya”. (H.R Al Bukhari no.697)
Al Imam Al Bukhari menjadikan hadits diatas sebagai dalil bahwa posisi dua orang yang shalat berjama’ah adalah sejajar. Al Hafizh Ibnu Hajar menerangkan bahwa makna sejajar yaitu tidak maju dan tidak mundur, berdasarkan konteks dhohir hadits Ibnu Abbas: فَقُمْتُ إِلَى جَنْبِهِ)). (Lihat Fathul Bari hadits no. 697)

Adapun hadits yang mengkhabarkan bahwa Rasulullah pernah melihat seseorang shalat sendirian dibelakang shaf, maka beliau memerintahkan dia untuk mengulangi shalatnya. (H.R Abu Dawud dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albany dalam shahih Abu Dawud no.633) Larangan hadits ini berlaku bagi mereka yang mendapatkan shaf dalam keadaan lowong dan masih ada kemungkinan untuk masuk padanya. Sementara bagi mereka yang tidak menjumpai celah yang kosong sama sekali pada shaf, maka dia boleh shalat sendirian dibelakang karena termasuk orang yang mendapatkan udzur (keringanan). Dan tidak diperbolehkan baginya untuk menarik seseorang yang ada di shaf depannya dalam rangka mengamalkan hadits yang diriwayatkan oleh Ath Thabrani :
إِذَا انْتَهَى أَحُدُكُمْ إِلَى الصَّفِ وَقَدْ تَمَّ فَلْيَجْذِبْ إِلَيْهِ رَجُلاً يُقِيِمُه إِلَىجَنْبِهِ
“Bila seseorang diantara kalian mendapati shaf yang telah sempurna, maka hendaklah dia menarik seseorang hingga berdiri disebelahnya.” Karena Hadits ini adalah dha’if (lemah) sehingga tidak boleh dijadikan sandaran dalam beramal. (lihat Silsilah Adh Dha’ifah no. 921 karya Asy Syaikh Al Albani)

Akhir dari tulisan ini, penulis berharap semoga tulisan ini bermanfaat dan semoga shof-shof sholat berjamaah di masjid-masjid bisa lebih rapi yaitu lurus dan rapat.

disalin dari beberapa sumber salah satunya di http://www.assalafy.org/mahad/?p=112


2 responses to “Posisi Shof Saat Berjama’ah Dua Orang

  1. hammad mengatakan:

    bagaimana anda memahami qumtu ila janbihi itu sejajar, perlu anda ketahui bahwa konteks shau sufu fakum…. itu adalah perintah imam bagi jamaah, seandainya jamaah tidak mau rapat toh tidak membatalkan shalat karena itu hanya keutamaan, tapi lebih ga benar lagi kalau shalatnya hanya menginjak-injak kaki orang.
    kalo imam dan makmum sejajar maka dimana letak otoritas imam, bukankah imam harus didahulukan baik dari sisi maqam maupun harkah?
    saya rasa anda perlu lagi membaca buku-buku semua mazhab jangan utsaimin saja yang beraliran wahhabi itu

    • abu tanisha mengatakan:

      sayang sekali, mungkin anda tidak membaca balasan komentar saya ini…

      mungkin anda perlu membaca dan menelaah lagi bagaimana rasulullah shalallahu’alaihi wasalam dalam meluruskan shof

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: