Kemarin 7 Rabi’ul Awwal 1431H (22 Februari 2010M), aku menghentikan kendaraan di masjid Al-Azhar – Jaka Permai Bekasi (-Al-Azhar), selesai memarkirkan motor dan menuju ke tempat wudhu, pandanganku tertuju kepada seseorang yang memiliki jenggot yang lebat “hmm…dia menjalankan sunnah” pikirku, namun saat melihat ke celananya “dia musbil[1]!” pikirku kembali, tapi aku serasa tau orang ini sebelumnya, “ya…dia adalah ustadz yang mengisi kajian di masjid Al-Azhar ba’da maghrib, namun entah waktunya kapan, karena itu sudah lama sekali. Kemudian aku bertanya kepada satpam disitu untuk mengetahui siapa ustadz tersebut, dan si satpam menjawab dengan nama “Basalamah“. Haiwa aku rasa cukup informasinya, langsung saja aku pergi ke tempat wudhu dan mendatangi sholat berjamaah.
Selesai sholat maghrib berjamaah, seseorang sebagai takmir masjid Al-Azhar, menginformasikan bahwa ba’da sholat maghrib akan ada kajian kitab Arbain An-Nawawi yang diisi oleh ustad Kholid Basalamah, “nah ini dia nama sebenarnya, baiklah besok pagi aku cari diinternet tentang siapa dia, apa manhajnya” pikirku, aku langsung pulang tanpa ikut kajiannya, bukannya memvonis bahwa manhajnya belum lurus lantaran musbil, namun memang tidak ada niat untuk mengikuti kajian disana sejak awal datang.
Baca entri selengkapnya »