التمسك التوحيد,تصويب العقيدة,الستصل الشرك و بدعة

Penegakan Tauhid, Pelurusan Aqidah, Pemberantasan Syirik dan Bid'ah

Studi Kritis Perayaan Maulid Nabi

بسم الله الرحمن الرحيم

Studi Kritis Perayaan Maulid Nabi
-shallallahu alaihi wasallam-

Cover depan

Sinopsis:

Perayaan Maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam bisa dikatakan sebagai ritual tahunan yang telah dilaksanakan turun temurun, generasi ke generasi di hampir seluruh negeri kaum muslimin. Dia dijadikan lambang oleh kebanyakan mereka dari kecintaan terhadap Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Akan tetapi, pernahkah terbetik di dalam hati kita untuk mengadakan studi dan penelitian tentang asal muasal munculnya perayaan ini? Pernahkah kita mempertimbangkan ucapan sebagian orang yang menyatakan bid’ahnya maulid? Ataukah kita serta merta langsung menyalahkan ucapan tersebut tanpa melihat dalil-dalil dari pihak yang pro dan kontra terhadapnya? Tentunya sikap yang kedua ini bukanlah sikap yang adil bahkan merupakan kecurangan, baik dari sisi akal, terlebih lagi dari sisi syariat. Baca entri selengkapnya »

22 Komentar »

Ciri-ciri dan hujjah Khawarij Gaya Baru

Setelah berdialog dengan orang takfirin hampir 1 tahun yang lalu, dapat diambil kesimpulan mengenai hujjah khawarij masa kini

  1. Mereka berbicara berdasarkan Al-Qur’an, namun menggunakan pemahaman mereka sendiri, sehingga kita harus berhati-hati agar tidak terjebak dengan ancaman-ancaman bahwa menafikkan sebagian bahkan seluruh ayat Al-Qur’an adalah Kafir. Maka dalam sebuah dialognya, setelah mereka membacakan ayat-ayat yang berhubungan dengan Kafirnya seseorang yang tidak berhukum dengan hukum Allah, mereka memberikan pernyataan kepada kita dengan kata-kata seperti ini “Anda membenarkan dengan ayat ini?” atau “Apakah anda setuju dengan ayat ini?” atau dengan pernyataan-pernyataan semisalnya.
    Maka jangan terburu untuk membenarkan apa yang mereka pahami, tapi benarkan apa yang mereka baca, karena dalam menafsirkan sebuah nash kita mengikuti pemahaman Salafusholeh. Baca entri selengkapnya »
11 Komentar »

Cara Memahami Dalam Menjalankan Sunnah dan Meninggalkan Bid’ah

Isi gelas ini sampai penuh, rata dengan bibir gelas” perintah guru kepada muridnya, kemudian sang murid langsung melaksanakan perintah gurunya untuk mengisi gelas tersebut hingga penuh rata bibir gelas dengan sebuah teko yang ada di tangannya, namun susah sekali untuk mengisi air rata dengan bibir gelas, sehingga ada sebagian air yang tumpah.

sudah selesai ya guru, namun ada air yang tumpah” jawab murid tersebut.

Kemudian guru tersebut mengambil gelas tersebut dan berkata kepada muridnya “Inilah yang namanya sunnah, sedang air yang tumpah tadi adalah bid’ah!”, kemudian sang guru membaca ayat Al-Qur’an dari surah Al-Maidah ayat ke 3 yang artinya seperti berikut:

…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” Baca entri selengkapnya »

Tidak ada Komentar »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.