التمسك التوحيد,تصويب العقيدة,الستصل الشرك و بدعة

Penegakan Tauhid, Pelurusan Aqidah, Pemberantasan Syirik dan Bid'ah

Sedikit tentang Kisah Adam Amrullah mantan LDII

pada Mei 27, 2011

Keluar dari LDII, Adam Langsung Dicerai Istri

REPUBLIKA.CO.ID,BEKASI – Sidang kedua perceraian Adam Amrullah dan Narendra Garini Anutama Natakusumah digelar di Pengadilan Negeri Kota Bekasi pada Rabu (25/5). Perceraian Adam tergolong perceraian unik karena terjadi akibat perbedaan pandangan tentang akidah Islam.

Adam Rahmatullah mengungkapkan dirinya dicerai istri karena meninggalkan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). “Saya sebenarnya tidak mau bercerai. Tapi, istri saya tetap kukuh untuk bercerai karena mereka menganggap orang di luar jamaah LDII adalah orang kafir,” terang Adam kepada wartawan.

Adam sendiri sudah menikah dengan Narendra sebelum Ramadhan tahun 2001. Namun, pernikahan mereka baru tercatat di KUA pada 2003. “Selama ini hubungan kami baik-baik saja, bahkan bisa dibilang sangat romantis,” ungkap Adam.

Namun pada tanggal 30 Januari 2011, Adam mengaku terpaksa menalak satu Narendra karena Narendra dan orangtuanya bersikap kukuh agar Adam mau menceraikan Narendra.

Red: Didi Purwadi

Rep: C09

sumber: disini

Mertua: Ceraikan Anak Saya. Dulu Kamu Boleh Nikahi Anak Saya Karena Kamu LDII

REPUBLIKA.CO.ID,BEKASI – Sidang kedua perceraian Adam Amrullah dan Narendra Garini Anutama Natakusumah digelar di Pengadilan Negeri Kota Bekasi pada Rabu (25/5). Perceraian Adam tergolong perceraian unik karena perbedaan pandangan tentang akidah Islam.Sidang perceraian Adam dan Narendra tersebut diketuai oleh hakim ketua, Mashudi. Narendra datang didampingi sang ayah, Budi Rama Natakusumah, yang merupakan ketua LDII Bekasi. Persidangan sendiri hanya berlangsung 5 menit dan dilanjutkan dengan acara mediasi selama kurang lebih 30 menit.

“Sidang akan dilanjutkan pada waktu yang belum ditentukan,” jelas Adam.

Sejak akhir 2008, Adam mengungkapkan bahwa ayah Narendra sudah meminta Adam untuk menceraikan anaknya. “Ceraikan anak saya! Dulu kamu boleh menikahi anak saya karena kamu jamaah (LDII). Begitulah ucap mertua saya,” terang Adam.

Red: Didi Purwadi

Rep: C09

sumber: disini

Keluar dari LDII Usai Naik Haji, Adam Katanya Halal untuk Dibunuh

REPUBLIKA.CO.ID,BEKASI – Karena merasa aliran Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tidak benar, Adam Amrullah memutuskan untuk keluar dari pengajian Islam Jamaah itu. Dia keluar dari LDII pasca dirinya menunaikan ibadah haji pada tahun 2009.

Sejak menyatakan keluar dari LDII itu, Adam kesulitan bertemu dengan sang istri, Narendra Garini Anutama Natakusumah, yang minta tinggal di rumah orangtuanya sebelum Ramadhan 2010.

“Pada satu kesempatan, saya berhasil menghubungi istri saya dan mencoba menasehati bahwa ada ajaran LDII yang tidak bisa dibenarkan. Yaitu, ajaran yang menganggap orang Islam di luar LDII adalah kafir,” kata Adam. ”Namun, istri saya tetap yakin dengan pendiriannya dan bilang bahwa dirinya tambah yakin dengan Islam Jamaah.”

Adam tidak hanya berpisah dari istri tercinta akibat keputusannya keluar dari LDII. Dia selama tahun 2010 juga mendapat perlakuan tidak menyenangkan pasca memutuskan untuk keluar LDII.

”Saya dianggap murtad, kafir, halal untuk dibunuh, dan masih banyak lagi cap yang dilayangkan kepada saya,” kata Adam. “Namun, saya siap menerima perlakuan apa saja. Saya juga sudah siap jika hakim mengetukkan palu perceraian. Bahkan, jika saya mati dalam keadaan sudah sadar begini, saya sangat ikhlas.”

Red: Didi Purwadi

Rep: C09

sumber: disini

tambahan: http://www.eramuslim.com/berita/bincang/mantan-ldii-sejak-smp-shalat-jum-at-saya-sudah-terpisah-dari-yang-lain-1.htm

video: http://www.4shared.com/video/Ku4-wfPm/20101027_-_Akh_Adam_Amrullah_-.html


9 Tanggapan to “Sedikit tentang Kisah Adam Amrullah mantan LDII”

  1. Agus Setyobudi mengatakan:

    Sy sdh mendengar rekaman videonya mas adam. Sy sm spt mas adam, lahir sampai dewasa ada di kalangan ldii. Memang ada bbrp hal yg mengganjal, tetapi itu lbh dikarenakan kebodohan orang-orang tertentu (dan sayangnya memang banyak) karena memang yg memulai mengaji di ldii kebanyakan memang dari kalangan awam (meski gelarnya ada yg prof, doktor, dll).
    Tetapi apa yg disampaikan oleh mas adam menurut saya tidak mewakili pemahaman seluruh orang di ldii (sebagai besar memang iya), dan sifatnya bukan obyektif tetapi menurut saya lebih cenderung subyektif (hal terkait dengan mas adam dan lingkungan dekat atau sekitarnya sebagian besar seperti itu).
    Saya sendiri juga banyak membaca (termasuk dari jawaban-jawaban mufti di Arab Saudi), termasuk pertanyaan mengenai banyaknya jama’ah-jama’ah yg ada di dunia saat ini. Yg mana mereka menjawab “bahwa di dalam jama’ah-jama’ah itu terdapat kebenaran, terdapat pula kebathilan. Kita diarahkan untuk merujuk kepada jama’ah yang lebih banyak mendekati kebenaran”, mereka mencontohkan spt: jama’ah anshorussunnah, dll.
    Sy juga membaca buku “risalah baiat”, “akidah ahlussunnah wal jama’ah”, dll banyak karangan ulama-ulama mashur. Sy membedakan mana yg salah dan mana yang lebih mendekati kebenaran menurut pendapat ulama-ulama mashur tsb. Terhadap hal-hal yg tidak tepat di dlm ldii sy akan mengingkarinya dan berusaha menasehati semampu saya, dan terhadap hal-hal yg menurut saya (berdasar dari pendapat ulama-ulama tsb) benar akan tetap saya jalankan. Memang susah dan sangat susah untuk menjelaskan hal yg demikian itu kepada sebagai besar orang ldii (maklum kebanyakan dari mereka adalah orang awam …. anda tahu sendiri berurusan dengan orang awam kan?) Tetapi saya berusaha tetap bersabar.
    Endingnya saya memohon kepada Alloh SWT, apabila memang segala yg di ldii ini salah dan sesat, sy berdo’a semoga Alloh SWT cepat menghancurkannya dan apabila sebaliknya mudah-mudahan Alloh SWT menunjukkan kepada hal-hal yang lebih mendekati kebenaran.
    Sy tdk mengambill langkah seperti yg diambill mas adam (sy lbh sreg utk memperbaiki dari diri saya sendiri dan jama’ah saya semampu saya, sisanya saya pasrahkan kepada Alloh SWT), karena sy khawatir setelah saya masuk ke jama’ah-jama’ah yg lain, setelah sekian tahun sy tdk mendapatkan apa yang saya cari. Skrang memang dari sisi keilmuan, tampak lebih meyakinkan, tetapi apakah setelah 10 tahun kedepan rasa itu akan tetap ada????

  2. abdulloh mengatakan:

    selama yg di cari memang kebenaran dan dengan cara ikhlas anda mencarinya anda akan menemuinya ,karena kebenaran akan tetap ada dan terjaga serta kebenaran adalah carian seorang muslim

  3. bani mengatakan:

    tidak setiap yg mencari kebenaran akan mendapatkannya, karena ada yg mencari kebenaran tapi mendapatkan kesesatan seperti khawarijj….kalimatul haq urida bihal bathil… kalimah kebenaran tapi diletakan dalam kebatilan..
    nampaknya Qur`an Hadits tapi karena harus lewat manqul nur hasan maka jadi sesat… alQur`an itu tsawabit..ketika dimutlak-kan lewat nur hasan maka jadi sesat, karena nur hasan itu relatif (mutaghoyiroh) sekte syiah mestinya lebih canggih sesatnya dari nur hasan yg cuma thoghut lokal…Qur`an Hadits harus lewat ahlul bait al Ahzab ayat 33 versi tafsir syiah… jadi runyam…

  4. raihan mengatakan:

    @ Agus, salut sama anda. Terlalu banyak memang jamaah2 di Jagat raya ini, masing2 menganggap diri mereka yg paling benar. Memang begitu, kalau tidak mana mungkin bisa terbentuk suatu jamaah, bubar kabeh…

    Selama yg dikaji Alquran dan Hadis, biarin saja. Methoda yg dipake serahkan saja ke Jamaahnya.
    LDII menggunakan Methoda Manqul untuk INTERN LDII. Tidak memaksakan kehendaknya ke suatu kelompok, dan tidak pula mengusil kelompok lain.
    Kalau cocok ambil, kalau tidak cocok tinggalkan ( contohnya si Adam)…Gitu aja repot…

  5. raihan mengatakan:

    Keluar masuknya sesorang di suatu jamaah, hal yg biasa. Tapi akan menjadi berita LUAR BIASA kalau itu terjadi di LDII… heheheh.
    LDII memang luar biasa,….

    Adam..Adam… cerita kehidupanmu hal yg biasa, sangat biasa, bahkan Nothing…tapi menjadi luar biasa karena di blow up oleh orng2 yg dengki dg LDII.

  6. lele mengatakan:

    bingungung dech klo ngomongin tt LDII.
    Knapa kelompok islam laennya bisa ngeluarkan faedah2 yang cenderung g ada diQuran-hadist boleh2 ajah tapi LDII yang ajarannya sesuai Quran-hadist dilarang keras???

    Aneh.. Aneh…

  7. mantanpengurus mengatakan:

    saya mendukung Mas Adam , boleh dong gabung di Forum Ruju Illal Haqnya….. matur nuwun

    • Agus Setyobudi mengatakan:

      Ya gabung di FRIH menurut saya nggak ada masalah. Sy pikir klu semua orang LDII masuk ke FRIH ya juga nggak masalah, selama yang dicari adalah kebenaran ya otomatis nggak ada masalah.
      Yang masalahin adalah orang-2 di kalangan LDII yang cara berfikirnya harus di reset, meski nggak reset total (meski kebanyakan mereka dg pola pikir yang terbentuk sekarang itu dinilai yang orang yang faham).
      Sy masih berpikir positif di LDII dan masih berada di dalamnya, meski saya bukanlah orang yang memiliki pola pikir kebanyakan orang LDII (sy yakin kebanyakan mereka menilai sy orang yang nggak paham, tapi sy jg yakin hal itu terjadi hanya karena kebodohan mereka, kurang ilmu & kurangnya pemahaman terhadap ilmu, Qur’an – Hadist tentunya).
      Mudah-2 an akan ada koreksi-2 terhadap ajaran-2 yang salah total, salah besar, salah kecil, kurang tepat, dan hal-2 lain yang menyalahi dalil (atas dasar pemahaman yang benar tentunya, bukan pemahaman berbasis golongan tentunya).
      Kita kembalikan urusan kebenaran kepada Alloh SWT, apabila LDII salah total kita sama-2 berdo’a supaya Alloh SWT cepat-2 menghancurkannya, dan bila ada benar tapi diliputi kebathilan, semoga Alloh SWT menghancurkan kebathilannya dan menguatkan kebenarannya.
      Akhirnya, semoga dengan usaha-2 kita masing-2 dalam mendapatkan kebenaran ini, Alloh memberikan rahmat dan petunjukknya, sehingga kita sama-2 berada di dalam golongan yang ditolong oleh Alloh SWT.
      Wassalamualaikum Wr. Wb.

  8. Adhemz mengatakan:

    Adam, berkaca dulu yah mas
    Biar ngganteng…. ehhh,, JELAS maksudnya
    Janganlah anda menjadi salah satu dari golongan orang2 Yahudi, yang suka memecahbelah umat islam
    Seharusnya anda itu mengkritik kebiadaban Zionis di Palestina, bukanya begini..
    Huffft, pusing dehh
    Salah musuh anda?
    Pinter titik mbok’o

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.