التمسك التوحيد,تصويب العقيدة,الستصل الشرك و بدعة

Tegak Tauhid, Lurus Aqidah, Berantas Syirik dan Bid'ah

Do’a Terbelit Hutang

pada Maret 1, 2010

Perkembangan zaman, era globalisasi, membuat perekomonian khususnya di negeri kita ini menjadi terpuruk, harga barang, kebutuhan pokok, melambung tinggi, tingkat kesulitan semakin tinggi pula, tak ayal banyak orang berhutang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Berharap pecan, bulan tahun berikutnya hutang tersebut bisa dibayar, namun kadang –dengan qadar Allah beberapa orang dengan kebutuhan hidupnya tidak dapat memastikan kapan mereka melunasi hutang dari waktu yang telah mereka tentukan sebelumnya, sehingga saat ditagih hutang, ataupun saat akan berhutang lagi muncullah rasa takut, kikir untuk membayarkan hutangnya, dan bahkan menjadikan seseorang berputus asa terhadap rahmat Allah, untuk itu kami memberikan tuntunan do’a saat terbelit hutang yang insya Allah dapat membantu meringankan beban kita dengan percaya sepenuhnya bahwa Allah-lah maha Penolong, maha Pemberi Rezeki dan Allah-lah yang dapat menjadikan mudah urusan kita.

Terbelit hutang maksudnya jumlah hutang lebih banyak daripada kekayaan kita sehingga harta yang kita miliki tidak cukup untuk dibayarkan.

Agar kita dapat segera membayar hutang, kita diberi tuntunan dengan do’a-do’a di bawah ini yang salah satunya bisa kita pilih.


1. Mohon agar rezekinya dijadikan cukup

اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Ya Allah! Cukupilah aku dengan rezekiMu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Perkayalah aku dengan karuniaMu (hingga aku tidak minta) kepada selainMu.” (HR. At-Tirmidzi 3563, Shahiih at-Tirmidzi III/180 no. 2822. Ahmad I/153 dari ‘Ali bin Abi Thalib, lihat al-Kalimuth Thayyib no. 144, hasan)

Penjelasan:

Kita memohon kepada Allah agar dijadikan sebagai hamba yang pandai membelanjakan dan mempergunaka rezeki yang halal untuk mencukupi kebutuhan hidup sehingga tidak terpengaruh untuk mencari yang haram. Contohnya, mencari tambahan dengan menipu atau korupsi atau berhutang denga maksud tidak membayar. Kita juga memohon kepada Allah agar berapapun rezeki yang Allah berikan kepada kita dijadikan cukup untuk memenuhi kepentingan kita tanpa kita meminta-minta kepada orang lain atau bergantung pada selain Dia. Artinya, kita tidak bergantung pada sesama manusia atau benda-benda lain yang dianggap dapat memberi berkah.

Do’a ini mendidik kita agar dalam membuat anggaran belanja untuk kepentingan sehari-hari didasarkan pada besarnya pendapatan yang halal. Kita tidak boleh membuat anggaran belanja yang jauh lebih besar daripada pendapatan halal yang kita peroleh, ibarat besar pasak daripada tiang. Hal ini dapat mendorong kita melakukan hal-hal yang haram yang akan menjerumuskan kita ke dalam api neraka.

Apabila harta yang kita miliki dijadikan cukup oleh Allah, hendaklah kita bersyukur kepada Allah karena diberi jiwa yang selalu menerima. Dengan memiliki jika seperti ini, kita tidak mencari tambahan dengan cara-cara yang haram.

2. Mohon dijauhkan dari sifat-sifat negatif

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.(HR. Al-Bukhari no. 6363)

Penjelasan:

Kita memohon kepada Allah agar dijauhkan dari sifat-sifat negative berupa kebingungan, larut dalam kesedihan, kelemahan, kemalasan, jiwa kikir, pengecut, dan suka meremehkan bahaya hutang sehingga membuat kita hidup dalam kesengsaraan, tekanan dan kesulitan. Demikianlah sebab orang yang terlilit hutang sering ditekan oleh orang yang memberinya hutang atau orang lain yang disuruh untuk menagihnya dengan kekerasan atau terror.

Untuk mencegah agar kita tidak terbelenggu dalam hutang, kita harus menghilangkan sifat-sifat buruk, seperti malas, lemah berusaha, larut dalam kesedihan, takut menghadapi resiko usaha, dan boros dalam berbelanja. Hal-hal tersebut dapat membuat hidup kita serba sengsara. Bila kita dapat menjauhkan diri dari sifat-sifat buruk, terutama sekali menganggap enteng tanggung jawab utang, kita akan terjauh dari belenggu utang. Semua hal yang negative itu kita mintakan kepada Allah agar dijauhkan dari diri kita.

Dengan do’a tersebut, kita tidak merasa sendirian dalam menghadapi masalah. Kita merasa disertai Allah, sehingga tumbuh semangat dan harapan untuk berusaha dan  menempuh jalan yang halal dalam melunasi hutang kita dengan pertolongan dan kekuasaan Allah. Kita tidak akan terpedaya oleh bisikan syaithan untuk melakukan hal-hal yang tidak baik, seperti bunuh diri karena malu, melarikan diri karena tidak sanggup menghadapi tekanan tagihan hutang, dan lain-lain.

Dengan do’a ini pula akan tumbuh kepercayaan teguh dan semangat yang kuat bahwa dengan pertolongan Allah, insya Allah kita berhasil melunasi hutang dengan baik. Semangat seperti ini sangat berguna untuk mempertahankan hidup dengan cara terhormat dan berani menghadapi penagih hutang dengan sikap terhormat pula.

Do’a ini dibaca terutama ketika melakukan sujud dalam sholat. Pada saat tersebut seorang hamba sangat dekat kepada Allah sehingga bisa mengadukan semua kesulitannya untuk diberi pertolongan.

Sumber:

  1. Do’a Menghadapi Kesulitan dan Penderitaan, Drs. Muhammad Thalib, Sarana Dakwah, Irsyad Baitus Salam, Bandung 2002, hal. 102 – 105.
  2. Do’a & Wirid: mengobati guna-guna da sihir menurut al-Qur’an dan as-Sunnah, Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Jakarta 2005, hal. 370 – 371.

4 responses to “Do’a Terbelit Hutang

  1. ROBBY mengatakan:

    ya allah mudahkan diriku menunaikan sgala piutang ini…

  2. jauhari mk mengatakan:

    doa yang bagus ketika terlilit hutang, sebagai hamba Allah swt, kita melakukan ikhtiar / usaha diserta dengan doa… hasilnya dipasrahkan kepada Allah swt.

    Semoga doa ini dapat membantu banyak orang yang sedang dililit kesulitan.
    jika diperbolehkan saya ingin sharing tips dan triks cara mengatasi hutang yang sangat melilit, mudah-mudahan bermanfaat, bisa di baca di http://finplanner-jauhari.blogspot.com/2011/12/ampuunn-saya-terlilit-hutang-gila.html

  3. Michael Mandang mengatakan:

    Sesungguhnya, semua ini telah kuperhatikan, semua ini telah kuperiksa, yakni bahwa orang-orang yang benar dan orang-orang yang berhikmat dan perbuatan-perbuatan mereka, baik kasih maupun kebencian, ada di tangan Allah; manusia tidak mengetahui apapun yang dihadapinya.
    Segala sesuatu sama bagi sekalian; nasib orang sama: baik orang yang benar maupun orang yang fasik, orang yang baik maupun orang yang jahat, orang yang tahir maupun orang yang najis, orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban. Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang yang berdosa; sebagaimana orang yang bersumpah, begitu pula orang yang takut untuk bersumpah.
    Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusiapun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati.

    Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.
    Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.
    Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari.
    Mari, makanlah rotimu dengan sukaria, dan minumlah anggurmu dengan hati yang senang, karena Allah sudah lama berkenan akan perbuatanmu.
    Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.
    Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.
    Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.
    Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.
    Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: